Dimulai dengan rutinitas seperti biasa, selepas sholat subuh langsung membantu istri untuk cuci piring, kemudian menggoreng omlet untuk sarapan bersama sementara ibu dari anak2u membersihkan rumah serta menyiapkan masakan untuk dimakan siang hari nanti. Rutinitas yg saya lakukan ini sangat remeh temeh jika dibanding pekerjaan yg dilakukan "ibu" sebutan sayang untuk ibu dari anak2u, mencuci, menyapu, menyiapkan perlengkapan anak2 untuk sekolah, memasak untuk makan & siang, mengajar anak2ku pada tiap2 pelajaran sekolah yang memang perlu ketelatenan & kesabaran untuk menjalaninya, bahkan mengajari anak2 sholat langsung secara teori & aplikasi !
Tapi hebatnya ("baca naif") saya merasa sudah sempurna sebagai suami/bapak lantaran hanya menjalankan rutinitas yg remeh temeh tersebut yg sering juga tidak saya lakukan.
setelah makan pagi, mampir sebentar ke ATM untuk membayar beberapa cicilan, trus kekantor, balik dari kantor mampir dulu ke berbagai tempat pengiriman (bayar hutang), dikarenakan hari ini sabtu, menyempatkan diri untuk menjemput anak yg tertua pulang dari sekolah sebagai mana yg diminta ibunya, padahal biasanya anaku di jemput oleh mobil jemputan, biasalah sebagai bapak yg baik sesekali menjemput si sulung di sekolahnya. pada saat parkir terpikir oleh ku untuk membelikan rujak pesanan istri. begitu mau membeli ternyata
" Astaga Dompetku Hilang !!?"
Dengan pikiran yg berkecamuk aku telusuri rute perjalanan yg sudah dilalui dengan harapan mudah2an dompet itu dapat ditemukan kembali. terbayang betapa repot & melelahkannya jika dompet tsb benar2 hilang, karea distu ada ATM untuk mengambil gaji sementara Buku tabungannya sudah lama hilang, jadi bagaimana mengambil gaji kalau ATM nya juga hilang ? kenyatanya meski sudah mengulangi rute tersebut sebanyak 2 kali tetap tidak ditemukan. "Ya Allah !!? di dompet itu ada sebagian sisa uang untuk menutupi biaya hidup kami di bulan ini" jeritku dalam hati. "bukankah mahluk Mu ini sedang mencoba untuk menepuh jalan MU !? bahkan ada niat dalam hati untuk menginfaq sebagian dari isi dompet tersebut di jalan MU !? mengapa ya Robb ?..
Mulailah prasangka yg bukan2 menghinggapi benak ku kepada Allah yg Maha Penyantun, Maha Mencukupi & Maha Sempurna...
setelah menjemput si sulung, langsung pulang kerumah. serta merta aku mengomel & menyalahkan istri, pikirku kalau tadi tidak menjemput anaku pastilah dompetnya tidak hilang. dengan perasaan kesal saya langsung tidur untuk menenangkan hati meski waktu sholat zuhur sudah masuk dan jam menunjukan pukul 13.25, sementara setan mulai menari2 di benak ini, tebersit untuk cuti sholat (astaghfirullah....).
bahkan terniat untuk melakukan maksiat pada saat bangun nanti.
jam 15.00 di penghujung zuhur, sesuatu yg saya tidak pahami, merasuk lembut memenuhi ruang hati, membebaskan semua kekesalan & kekecewaan, yg menggerakan mahluk Nya yg kotor ini untuk sholat. suatu kekuatan yg saya yakini dari Zat Yang Maha Pengampun, tiba2 menyadarkan jiwa yg kerdil ini akan kebesaran Nya, betapa begitu banyak nikmat Nya yang telah saya kufuri hanya karena kehilangan Dompet !! mengingat hal tersebut saya menangis sejadi2nya, bukan karena kehilangan dompet, tapi karena sikap tidak tahu diri yg telah saya lakukan. Tuhanku sesungguhya aku bersaksi bahwa ibadahku tidak akan mungkin dapat menutupi dosa2ku, sementara nikmat yg telah Engkau berikan melebihi dosa2 yg sudah kuperbuat.
Ampuni kebusukan hati hati kami wahai Tuhanku......
Ampuni kefasikan & kemunafikan kami....
Dalam Kufur & syukur kami, dalam maksiat dan taat kami, Engkau tetaplah Yg Maha Sepurna
sungguh kami telah menipu & menganiaya diri kami sendiri..
Ampuni kedua orang tua kami. ampuni orang2 yg telah kami aniaya, ampuni orang2 yg telah berbuat baik kepada kami Wahai Robb...
Ampuni sikap kami yg berlebih2an dalam tiap2 urusan kami,
Ampuni dosa kami terhadap orang tua kami, istri & anak2 kami, orang2 mukmin dan mahluk Mu yg lain.
Segala puji bagi Allah SWT yg pada hari ini telah memberi suatu nikmat, rezeki & pelajaran yang baik bagi mahluk Nya yang hina ini, semoga Engkau memperkenankan Kami untuk dapat menyembah Mu sesaat menjelang sakratul maut kami & mengizinkan untuk memuji Mu di hembusan nafas kami yang terkhir. amien